Minggu, 25 Maret 2012

STRUKTUR PRODUKSI, DISTRIBUSI PENDAPATAN, & KEMISKINAN


Struktur Produksi
Pengertian struktur produksi adalah suatu hubungan untuk menjalankan suatu proses produksi dari bahan baku menjadi hasil atau produk jadi.

Struktur produksi perekonomian Indonesia terus mengalami perubahan. Perubahan struktur produksi tersebut terjadi disebabkan oleh perilaku konsumsi konsumen yang berubah dari barang-barang pertanian ke barang-barang industry, perkembangan teknologi, meningkatnya keuntungan bersama dalam memproduksi barang-barang industry.

Pendapatan Nasional
Secara sederhana pendapatan nasional adalah pendapatan, pengeluaran masyaraka Negara dari hasil kegiatan produksi, selama satu tahun. Pendapatan nasional digunakan sebagai tolak ukur pertumbuhan perekonomian suatu Negara, keberhasilan pencapaian pembangunan ekonomi Negara, dan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Tiga Macam Pendekatan
Perhitungan pendapatan nasional suatu Negara dapat dilakukan dengan tiga macam pendekatan, antara lain:

Pendekatan produksi
Digunakan untuk menghitung barang & jasa hasil produksi masyarakat suatu Negara selama satu tahun. Hasil perhitungannya adalah PDB (Produk Domestik Bruto) atau GDP (Gross Domestic Product).

Pendekatan pendapatan
Digunakan untuk menghitung balas jasa yang digunakan masyarakat selama satu tahun. Hasil perhitungannya adalah pendapatan nasional (Yearly income). Rumus perhitungan sbb:
Y = w + r + i + p
Keterangan:
w = wage
i = interest
r = rent
p = profit

Pendekatan Pengeluaran
Digunakan untuk menghitung pengeluaran/pembelanjaan masyarakat (pelaku ekonomi) selama satu tahun. Para pelaku ekonomi yaitu konsumen, produsen, pemerintah, dan masyarakat LN. Hasil perhitungannya adalah sbb:
Y = C + I+ G + X – M
Keterangan:
C = Consumption
I = Investment
G = Goverment
X = Export dan M = Import

Komponen Pendapatan Nasional
Terdiri enam konsep pendapatan nasional, sbb:

PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestic Product)
Jumlah produk yang diproduksi masyarakat di suatu Negara selama satu tahun.
PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross National Product) 
Jumlah produk yang dihasilkan penduduk selama satu tahun.
PNB/GNP = GDP - Product netto terhadap luar negri
NNP (Net National Product)
NNP = GNP – Depresiasi (penyusutan/penurunan nilai produk)
NNI (Net National Income) 
Pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
NNI = NNP – Pajak tidak langsung
PI  (Personal Income)
Jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat.
PI = (NNI + TRANSFER PAYMENT) – (LABA DITAHAN + IURAN ASURANSI + IURAN JAMINAN SOSIAL + PAJAK PERSEORANGAN)
DI  (Disposable Income) 
Pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.
DI = PI – Pajak langsung

Distribusi Pendapatan Nasional & Kemiskinan
Distribusi pendapatan nasional salah satu cara bagaimana pendapatan nasional mampu mengurangi kemiskinan di dalam masyarakat. Distribusi pendapatan yang tidak merata tentu akan menguntungkan sebelah pihak saja. sehingga terjadi kesenjangan social yaitu kemiskinan yang tinggi.

Perbedaan pendapatan karena adanya perbedaan kepemilikan sumber daya dan faktor produksi. Ketimpangan pendapatan ini dapat diatasi dengan dua cara yaitu ditetapkannya pajak dan subsidi. Pajak yang diterapkan akan mengurangi pendapatan kelompok masyarakat yang tinggi sedangkan subsidi bertujuan untuk membantu pendapatan kelompok masyarakat yang rendah.

Oleh sebab itu diharapkan distribusi diberikan secara merata dan benar sehingga mampu mengurangi kemiskinan di dalam masyarakat.

Dapat dilihat di:


Selasa, 06 Maret 2012

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

Arti Sistem
Secara sederhana arti sistem adalah kumpulan berbagai unsur yang bertujuan menjalankan sesuatu hal secara teratur untuk digunakan bersama.
Perkembangan Sistem Perekonomian
Meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan yang terus berkembang maka diperlukan suatu sistem untuk melakukan kegiatan ekonomi demi kelancaran kelangsungan hidup manusia.
Berikut macam sistem perekonomian:
  • Sistem Perekonomian Pasar (Liberalis/Kapitalis) Adanya paham kebebasan dari ahli ekonomi Adam Smith, yaitu kebebasan melakukan kegiatan ekonomi antara penjual dan pembeli sehingga terjadi permintaan dan penawaran dan tercipta keseimbangan pasar (barang yang diproduksi dan harga yang berlaku). Pemerintah hanya berperan sedikit dalam sistem perekonomian ini.
  • Sistem Perekonomian Perencanaan (Etatisme/Sosialis) Sistem perekonomian ini dikemukakan oleh Karl Marx. Pemerintah sangat berperan besar dalam kegiatan ekonomi. Semua alat produksi dan sumber ekonomi dikuasai oleh Negara, sehingga kekayaan yang dimiliki adalah kekayaan sosial jadi hak milik seseorang tidak diakui karena merupakan milik bersama.
  • Sistem Ekonomi Campuran Merupakan gabungan dari sistem perekonomian kapitalis dan sosialis. Pemerintah dan swasta melakukan kegiatan ekonomi. Jadi kegiatan ekonomi yang bebas yang dilakukan individu/swasta tetap dalam pengendalian Pemerintah/Negara dengan aturan sosial. Sehingga diharapkan dapat tercipta Negara yang sejahtera dan makmur.
Sistem Perekonomian Indonesia
Perkembangan Sistem Ekonomi sebelum Orde Baru
Sebelum orde baru ==> orde lama adalah sebutan masa pemerintahan Soekarno.
Bung Hatta membentuk sistem ekonomi koperasi dan Sumitro Djojohadikusumo menerapkan sistem ekonomi campuran. Namun keduanya tidak dapat diterapkan dengan baik sehingga dikembangkan sistem ekonomi pancasila yang mengandung unsur demokrasi ekonomi.

Sistem Perekonomian Indonesia berdasar Demokrasi Ekonomi
Maksud dari demokrasi ekonomi yaitu masyarakat berperan aktif dalam kegiatan ekonomi yang dilaksanakan pemerintah demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Free fiht liberalism, Etatisme, Monopoli
Sangat ditentang dalam perekonomian Indonesia. Mengapa???
karena free fiht liberalisme ada kebebasan dalam usaha yang tidak terkendali sehinggga terjadi kesenjangan sosial yang tinggi antara si kaya dan si miskin. Etatisme ada campur tangan pemerintah yang begitu besar sehingga masyarakat sulit untuk berkembang. Sedangkan monopoli hanya terpusat pada satu kelompok, sehingga konsumen tidak mempunyai pilihan lain.

Perkembangan Sistem Ekonomi setelah Orde Baru
Mengalami perbaikan dalam masalah ekonomi yang bertujuan untuk menghilangkan sistem ekonomi kapitalis dan komunis serta mengendalikan laju inflasi yang saat itu berpengaruh buruk pada kegiatan ekonomi.
Tercatat bahwa :
            Tingkat inflasi tahun 1966 sebesar 650 %
            Tingkat inflasi tahun 1967 sebesar 120 %
            Tingkat inflasi tahun 1968 sebesar 85%.
            Tingkat inflasi tahun 1969 sebesar 9,9%
Dari data di atas, menjadi jelas, mengapa rencana pembangunan Lima Tahun Pertama  (Repelita I) baru dimulai pada tahun 1969.

Para Pelaku Ekonomi
Tiga Pelaku Ekonomi dalam pembangunan ekonomi yaitu koperasi, sek. Swasta, sek. Pemerintah.
Peranan masing-masing sebagai berikut:
  • Koperasi, Membangun kemampuan ekonomi masyarakat agar sejahtera.
  • Swasta/BUMS, Membantu pemerintah memakmurkan bangsa dan meningkatkan pendapatan Negara melalui pajak.
  • Pemerintah/BUMN, Pengelolaan sumber daya dan produksi barang serta kegiatan dan pelayanan.
Landasan Konstitusional BUMN
Landasan konstitusional BUMN di Indonesia adalah Pasal 33 UUD 1945. "koperasi adalah wahana sosial ekonomi utama di bidang pedesaan dan pertanian". Jadi perusahaan yang dikelola negara melakukan kegiatan ekonomi untuk melakukan landasan tersebut. 

Tiga Bentuk BUMN
Perusahaan Perseroan (Persero)
Badan usaha yang dikelola negara dengan modal sebagian dari negara. Bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Status kepegawaiannya adalah pegawai swasta dan fasilitas perusahaan ini bukan dari negara.

Perusahaan Jawatan (Perjan)
Bermodal seluruhnya dari negara. Berfasilitas negara dan bertujuan pelayanan kepada masyarakat. Status kepegawaiannya adalah pegawai negeri. Contohnya Perjan RS Jantung Harapan Kita.

Perusahaan Umum (Perum)
Perkembangan dari Perjan, dengan ciri-ciri yang sama namun bertujuan untuk kepentingan umum dan mencari keuntungan.

Minggu, 01 Januari 2012

Tugas Pengantar Bisnis

Anggota Investasi Kekayaan Pribadi Fa. Maju Mundur
A Rp. 800.000,-
B Rp. 600.000,-
C Rp. 400.000,-
D Rp. 200.000,-

Total kekayaan pribadi Fa. Maju Mundur

=Rp.800.000,- + Rp.600.000,- + Rp.400.000,- + Rp.200.000,-

=Rp.2000.000,-

Keuntungan Rp.1000.000,- Tetapi 50% sebagai laba ditahan dan 50% sisanya dibagi kepada masing-masing investor. (Rp.500.000,- sebagai laba ditahan dan Rp.500.000,- sisanya dibagi kepada masing-masing investor.)

Presentase Kepemilikan masing-masing investor

A= (Rp.800.000,- : Rp.2000.000,-) x 100% = 40%

B= (Rp.600.000,- : Rp.2000.000,-) x 100% = 30%

C= (Rp.400.000,- : Rp.2000.000,-) x 100% = 20%

D= (Rp.200.000,- : Rp.2000.000,-) x 100% = 10%

Keuntungan yang Diperoleh masing-masing investor

A= 40% x Rp.500.000,- = Rp.200.000,-

                B= 30% x Rp.500.000,- = Rp.150.000,-

C= 20% x Rp.500.000,- = Rp.100.000,-

D= 10% x Rp.500.000,- = Rp.50.000,-


Jadi keuntungan yang  diperoleh:

investor A dengan investasi Rp. 800.000,- adalah Rp.200.000,-.

Investor B dengan investasi Rp. 600.000,- adalah Rp.150.000,-.

Investor C dengan investasi Rp. 400.000,- adalah Rp.100.000,-.

Investor D dengan investasi Rp. 200.000,- adalah Rp.50.000,-.

Di bulan kedua terdapat kewajiban atau hutang kepada bank sebesar Rp.2000.000,-

2)   Besar kewajiban yang dibebankan pada masing-masing investor

A= 40% x Rp.2000.000,- = Rp.800.000,-

B= 30% x Rp.2000.000,- = Rp.600.000,-

C= 20% x Rp.2000.000,- = Rp.400.000,-

D= 10% x Rp.2000.000,- = Rp.200.000,-

Jadi besar kewajiban yang dibebankan pada:

investor A dengan investasi Rp. 800.000,- adalah Rp.800.000,-.

Investor B dengan investasi Rp. 600.000,- adalah Rp.600.000,-.

Investor C dengan investasi Rp. 400.000,- adalah Rp.400.000,-.

Investor D dengan investasi Rp. 200.000,- adalah Rp.200.000,-.


Anggota Investasi Kekayaan Pribadi Fa. Maju Mundur
A Rp. 400.000,-
B Rp. 300.000,-
C Rp. 200.000,-
D Rp. 100.000,-

Total kekayaan pribadi Fa. Maju Mundur

=Rp.400.000,- + Rp.300.000,- + Rp.200.000,- + Rp.100.000,-

=Rp.1000.000,-

Keuntungan Rp.1000.000,- Tetapi 50% sebagai laba ditahan dan 50% sisanya dibagi kepada masing-masing investor. (Rp.500.000,- sebagai laba ditahan dan Rp.500.000,- sisanya dibagi kepada masing-masing investor.)

Presentase Kepemilikan masing-masing investor

A= (Rp.400.000,- : Rp.1000.000,-) x 100% = 40%

B= (Rp.300.000,- : Rp.1000.000,-) x 100% = 30%

C= (Rp.200.000,- : Rp.1000.000,-) x 100% = 20%

D= (Rp.100.000,- : Rp.1000.000,-) x 100% = 10%

Keuntungan yang Diperoleh masing-masing investor

A= 40% x Rp.500.000,- = Rp.200.000,-

                B= 30% x Rp.500.000,- = Rp.150.000,-

C= 20% x Rp.500.000,- = Rp.100.000,-

D= 10% x Rp.500.000,- = Rp.50.000,-


Jadi keuntungan yang  diperoleh:

investor A dengan investasi Rp. 400.000,- adalah Rp.200.000,-.

Investor B dengan investasi Rp. 300.000,- adalah Rp.150.000,-.

Investor C dengan investasi Rp. 200.000,- adalah Rp.100.000,-.

Investor D dengan investasi Rp. 100.000,- adalah Rp.50.000,-.

Di bulan kedua terdapat kewajiban atau hutang kepada bank sebesar Rp.2000.000,-

2)   Besar kewajiban yang dibebankan pada masing-masing investor

A= 40% x Rp.2000.000,- = Rp.800.000,-

B= 30% x Rp.2000.000,- = Rp.600.000,-

C= 20% x Rp.2000.000,- = Rp.400.000,-

D= 10% x Rp.2000.000,- = Rp.200.000,-

Jadi besar kewajiban yang dibebankan pada:

investor A dengan investasi Rp. 400.000,- adalah Rp.800.000,-.

Investor B dengan investasi Rp. 300.000,- adalah Rp.600.000,-.

Investor C dengan investasi Rp. 200.000,- adalah Rp.400.000,-.

Investor D dengan investasi Rp. 100.000,- adalah Rp.200.000,-.


Kamis, 01 Desember 2011

Tugas Pengantar Manajemen


1EB24
Fairus Dyasano Putri   / 29211081
Gena Enka Lestari      / 23211028
Ria RizcaYanti            / 29211157

Wawancara
Pemilik Rumah Makan Ayam Serundeng: Tono Sukardan

Pertanyaan 1
mengapa Bapak memilih untuk membuka usaha rumah makan ayam serundeng?
Jawaban
karena sudah merupakan keahlian saya, saya lebih cocok dalam hal berdagang.
Pertanyaan 2
mengapa Bapak memilih untuk membuka usaha di lokasi ini?
Jawaban
karena dekat dengan kampus, banyak mahasiswa dan di kalimalang selalu ramai.
Pertanyaan 3
Apa VISI Bapak dalam usaha ini?
Jawaban
untuk memperoleh keuntungan yang utama dan untuk menyenangkan orang lain.
Pertanyaan 4
apa MISI nya?
Jawaban
selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan cara berdagang, karena lebih merasakan manfaatnya dari berdagang.
Pertanyaan 5
apa sudah terwujud visi Bapak dengan membuka rumah makan ayam serundeng?
Jawaban
sudah terwujud pelan-pelan, dan dengan butuh proses.
Pertanyaan 6
apakah hasilnya memuaskan?
Jawaban
Alhamdulialh sudah. Cukup memuaskan.

Jadi pengembangan dari hasil wawancara kami adalah usaha Rumah makan ayam serundeng ini saya berharap di tahun 2012 bisa lebih berkembang lagi sehingga bisa mempunyai tempat usaha sendri dan nyaman bagi konsumennya.

Rabu, 16 November 2011

PEMASARAN

Pengertian Pasar & Pemasaran
Pengertian Pasar
Tempat bertemunya penjual dan pembeli dimana terjadi kesepakatan harga antara kedua pihak yang saling menguntungkan.

Pengertian Pemasaran
Kegiatan usaha untuk menjalankan produk (barang/jasa) dari produsen ke konsumen untuk terciptanya kelancaran suatu pasar.

Jenis-Jenis Pasar

Pasar Konsumen
Pasar yang pembelinya membeli barang/jasa untuk langsung digunakan.

Pasar Industri
Pasar yang pembelinya membeli barang/jasa yang digunakan untuk menghasilkan/produksi barang lain.

Pasar Penjual
Pasar yang pembelinya membeli barang/jasa yang kemudian dijual kembali untuk memperoleh keuntungan.

Pasar Pemerintah
Pasar yang berfungsi untuk menjalankan tugas pemerintah.

Konsep-Konsep Inti Pemasaran

Konsep Produksi
Memproduksi barang / jasa sebanyak mungkin. Manajemen memudahkan konsumen untuk mendapatkannya dengan harga yang relative murah.

Konsep Produk
Selalu melakukan penyempurnaan produksi barang/jasa. Manajemen membuat konsumen menyukai, menghargai mutu dan kualitas dari suatu produk/jasa.

Konsep Penjualan
Menjual barang/jasa dengan melakukan promosi karena konsumen enggan untuk membeli suatu produk yang lebih. Maka manajemen mengusahakan untuk memikat konsumen.

Konsep Pemasaran
Memenuhi kebutuhan pengguna atau konsumen dengan efektif dan efisien dari para pesaing.

Manajemen Pemasaran

Keadaan Permintaan dan Tugas Pasar
Di pasar terjadi kegiatan jual beli barang / jasa sehingga terjalin komunikasi antara produsen dan konsumen agar terciptanya kesepakatan harga yang tetap menguntungkan kedua pihak.
Produsen mengajukan penawaran (supply) atas produk yang dibutuhkan dan konsumen mengajukan permintaan (demand). 

Falsafah Manajemen Pemasaran
menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan (Stanton, 1978). http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_pemasaran

Bauran Pemasaran
Merupakan kegiatan inti pemasaran suatu perusahaan, yaitu:

Produk
Bentuk penawaran dari perusahaan yang dapat dilihat, dipegang, dibeli, dikonsumsi untuk pemenuhan kebutuhan dan kepuasan konsumen.

Harga
Membayar dengan uang dengan jumlah yang sudah ditetapkan untuk membeli produk yang dibutuhkan atau diinginkan. Sebaiknya harga sesuai dengan kualitas dan terjangkau oleh konsumen.

Saluran Distribusi
Kegiatan untuk menyalurkan atau menempatkan produk dari produsen ke tempat yang mudah dijangkau/diperoleh para konsumen.

Promosi
Berbagai cara yang dapat digunakan perusahaan untuk menjual produk ke konsumen dengan tujuan produk laku di pasaran.

Tujuan Sistem Pemasaran
1.      Memaksimalkan konsumsi
2.      Memaksimalkan kepuasan konsumen
3.      Memaksimalkan mutu hidup

Pendekatan dalam Mempelajari Pemasaran

Pendekatan serba fungsi
Dari apa saja kegiatan pokok pemasaran, yaitu:
pembelian, pengangkutan, penjualan, penyimpanan, pembelanjaan, penanggungan resiko, standarnisasi dan grading, pengumpulan informasi pasar.

Pendekatan serba lembaga
Dilihat dari lembaga atau organisasi yang terlibat dalam pemasaran, misal: produsen, suplier, perantara dagang dsb.

Pendekatan serba barang
Studi tentang bagaimana barang berpindah dari produsen ke konsumen akhir atau konsumen industry.

Pendekatan serba manajemen
Dilihat dari pendapat manajer serta keputusan yang diambil.

Pendekatan serba system
Menyangkut elemen-elemen yang luas dalam system pemasaran termasuk pendekatan serba fungsi, manajemen, produk, dan lembaga.

Minggu, 23 Oktober 2011

Lingkungan yang Mempengaruhi Badan Usaha


1.   Lingkungan Internal     : kegiatan terjadi di perusahaan sendiri sehingga bisa mengatur sendiri. Terdiri dari manajer & karyawan. Contoh : jam kerja, pembagian tugas, jumlah karyawan / produksi.
2.    Lingkungan industri   : lingkungan yg ada disekitar perusahaan sehingga cenderung  ada yang bisa dikendalikan tapi ada juga yang di luar kendali kita. Terdiri dari:
·         Customer (konsumen)
·         Suplier (pemasok)
·         Shareholders (pemegang saham)
·         Competitors (pesaing)
·         Communities (masyarakat)
·         Kreditur
·         Governments (pemerintah)
·         Kelompok Kepentingan Khusus
·         Asosiasi Perdagangan
       Lingkungan eksternal   : Lingkungan yang paling jauh dari perusahaan sehingga tidak bisa dikendalikan sama sekali. Terdiri dari:
·         Perkembangan teknologi (hp, komputer)
·         Peraturan pemerintah/ politik (tariff tol naik)
·         Faktor2 ekonomi makro (nilai rupiah)

Badan Usaha

Badan usaha terdiri dari macam perusahaan. Perusahaan adalah tempat yang melakukan kegiatan ekonomi seperti memproduksi barang dan menyediakan jasa yang berguna bagi kebutuhan masyarakat dan bertujuan menghasilkan keuntungan.
Secara umum badan usaha terbagi menjadi dua, yakni badan usaha milik negara dan badan usaha milik swasta.
Untuk mengenal lebih lanjut mengenai badan usaha mari kita bahas satu persatu secara ringkas namun jelas.
  1. Badan Usaha Milik Negara
    • Perusahaan Perseroan (Persero)
    • Perusahaan Jawatan (Perjan)
    • Perusahaan Umum (Perum)
Perusahaan Perseroan (Persero)
Badan usaha yang dikelola negara dengan modal sebagian dari negara. Bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Status kepegawaiannya adalah pegawai swasta dan fasilitas perusahaan ini bukan dari negara.
Contoh Persero:
  • PT Kereta Api Indonesia (Persero)
  • PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
  • PT Garuda Indonesia (Persero)
Perusahaan Jawatan (Perjan)
Bermodal seluruhnya dari negara. Berfasilitas negara dan bertujuan pelayanan kepada masyarakat. Status kepegawaiannya adalah pegawai negeri. Contohnya Perjan RS Jantung Harapan Kita.

Perusahaan Umum (Perum)
Perkembangan dari Perjan, dengan ciri-ciri yang sama namun bertujuan untuk kepentingan umum dan mencari keuntungan.
Contoh Perum sbb:
  • Perum Perumnas
  • Perum DAMRI
  • Perum Pegadaian

     2.  Badan Usaha Milik Swasta
    • Perusahaan Perseorangan (Po)
    • Firma (Fa)
    • Persekutuan Komanditer (CV)
    • Perseroan Terbatas (PT)
Perusahaan Perseorangan (Po)
Badan usaha yang dikelola oleh satu orang. Keuntungan perusahaan untuk sendiri dan rahasia perusahaan pasti terjamin. Namun modalnya terbatas karena hanya modal sendiri dan pengelolaannya tidak mudah karena dilakukan sendiri.
Contohnya toko kelontong, tukang bakso dll.

Firma (Fa)
Badan Usaha yang dikelola oleh 2 atau 3 orang bahkan lebih. Modal usaha lebih besar dari modal perseorangan. Pengelolaan perusahaan lebih baik karena tidak sendiri dan resiko perusahaan ditanggung bersama.
Contohnya konsultan hukum dan pengacara.

Persekutuan Komanditer (CV)
Persekutuan antara 2 orang atau lebih yang keanggotaannya ada yang bertanggung jawab tidak terbatas (persero) dan ada yang terbatas (komanditer). Keuntungan yang diperoleh berdasarkan dari kesepakatan.

Perseroan Terbatas (PT)
Badan usaha yang di kelola lebih dari satu orang dengan kepemilikan modalnya berupa saham-saham. Saham dapat diperjualbelikan dengan mudah. pengelolaannya dapat dilakukan dengan lebih efisien. Resiko pun kecil karena tidak menggunakan seluruh harta pribadi pemilik saham.