Kamis, 18 Oktober 2012

Hubungan Firms dan Government




Kami akan membahas siklus ekonomi  antara Pemerintah dengan perusahaan.  Perusahaan memproduksi barang yang hasilnya atau pendapatannya nanti juga akan digunakan untuk membayar pajak kepada pemerintah. Pajak perusahaan tersebut merupakan pendapatan negara. Perusahaan tidak hanya menjual produk atau jasa terhadap konsumen rumah tangga tetapi juga menjual produk atau jasa kepada pemerintah. Sementara pemerintah melakukan pengeluaran (belanja negara) dengan membeli produk dari perusahaan tersebut.
Contohnya, DPR membeli kursi baru untuk ruang banggar di perusahaan barang tersebut. Pengeluaran pemeritah ini pastinya menggunakan dana yang bersumber dari pajak perusahaan barang tersebut.

Analisis Jurnal Keunggulan Komparatif dan Daya Saing Perdagangan di Bidang Pertanian Hungaria


Tema: Keunggulan Komparatif dan Daya Saing
Pengarang: Imre Ferto
Judul: Keunggulan Komparatif dan Daya Saing Perdagangan di Bidang Pertanian Hungaria
Latar belakang masalah:
Penulis ingin membahas jenis perdagangan, kelengkapan dan konsistensi antara ukuran keunggulan komparatif, indeks perdagangan intra-industri, dan kategori daya saing perdagangan dalam kasus perdagangan makanan agro.
Masalah:
Selama paruh abad terakhir literatur perdagangan terapan telah mengembangkan tiga konsep utama untuk mengukur keunggulan komparatif, spesialisasi perdagangan, dan daya saing perdagangan: pengungkapan tindakan keuntungan perdagangan komparatif (misalnya, Liesner, 1958; Balassa, 1965; Vollrath, 1991; Hinloopen dan van Marrewijk , 2006), indeks perdagangan intra-industri (misalnya, Grubel dan Lloyd, 1975; Greenaway et al, 1994, 1995; Fontagné et al, 1997), dan kategori daya saing harga vs kualitas dan non-harga (misalnya, Aiginger , 1997, 1998; Gehlhar dan Pick, 2002; Bojnec dan FertÅ‘, 2007). Sejauh ini sedikit perhatian dan penelitian yang tersedia sangat terbatas untuk menjembatani perbedaan dalam literatur yang diterapkan.
Metodologi:
Data
Menggunakan data perdagangan rinci dari Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) pada tahun 1995 - 2003. Perdagangan makanan-agro didefinisikan oleh Komisi Uni Eropa (1999). Sampel terdiri dari 255 item pada empat digit tingkat dalam sistem Standard International Trade Classification (SITC). Mengikuti Chen et al. (2000), mengklasifikasikan perdagangan pangan-agro menjadi empat kelompok komoditas: komoditas mentah massal, proses intermediasi, makanan yang telah siap dikonsumsi oleh konsumen, dan hortikultura.
Variabel
Kelompok daya saing :
  • Kategori 1. > 0 (atau>) dan <0 (atau <)
  • Kategori 2. <0 (atau <) dan> 0 (atau>)
  • Kategori 3. > 0 (atau>) dan> 0 (atau>)
  • Kategori 4. <0 (atau <) dan <0 (atau <)
Kelompok produk :

  • Komoditas bahan baku masal
  • Proses intermediasi
  • Makanan yang siap dikonsumsi oleh konsumen
  • Hortikultura

Hasil:
Hasil penelitian ini menunjukkan variasi yang besar dalam indeks RTA (Tabel 1). Nilai negatif dari median menunjukkan bahwa jumlah yang lebih besar dari produk pangan-agro mengalami RTA < 0 pada 15 pasar Uni Eropa. Menurut tingkat pengolahan, RTA negatif untuk makanan yang siap dikonsumsi oleh konsumen. Hongaria mengeksplorasi keuntungan perdagangan komparatif untuk komoditas baku massal, proses perantara dan hortikultura.
Tabel statistik Keterangan 1 untuk RTA (1995-2003)
RTA

Maximum
644.27
Minimum
-544.48
Standard deviation
77.18
Median
-0.03
Mean value
4.02
RTA<0 (number of products)
959
RTA>0 (number of products)
742
Mean value of RTA

Bulk raw commodities
18.83
Processed intermediates
8.89
Consumer-ready food
-6.27
Horticulture
3.04

Selasa, 16 Oktober 2012

Teori Ekonomi "Tugas Paper 1"


BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah
Dalam kegiatan ekonomi, terjadi permintaan (demand) dan penawaran (supply) suatu barang/jasa antara konsumen dan produsen. Pertemuan antara permintaan dan penawaran membentuk harga pasar dalam satu titik yang disebut titik keseimbangan (equilibrium).
Pada dasarnya, permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar muncul dalam berbagai kondisi yang menimbulkan macam-macam bentuk permintaan dan penawaran beserta efeknya.
Dalam ilmu ekonomi hukum permintaan menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah maka jumlah barang yang diminta meningkat. Sedangkan hukum penawaran menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat positif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang ditawarkan.
Oleh karena itu, kami akan membahas kegiatan ekonomi dimana permintaan bertambah namun penawaran tetap.

1.2    Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang diperoleh berdasarkan latar belakang di atas yaitu alasan apa saja yang menyebabkan permintaan bertambah namun penawaran tetap?

1.3    Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan paper ini untuk mengetahui dan menjelaskan alasan yang menyebabkan jumlah permintaan bertambah namun penawarannya tetap.

1.4    Metodologi
          Metode yang kami ambil dalam penulisan ini adalah deskriptif analisis, yaitu dengan cara mendeskripsikan atau memaparkan suatu permasalahan sehingga dapat dengan jelas dianalisis dan ditarik kesimpulan. Selain itu, kami juga menggunakan metode studi pustaka yaitu dengan cara mengumpulkan informasi dari internet dan buku-buku yang berhubungan dengan topik permasalahan paper kami.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Hukum Permintaan
“Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”
Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).

2.2    Kurva Permintaan Meningkat , Penawaran Tetap

Ada pergeseran kurva permintaan (D1) ke kanan sehingga membentuk kurva permintaan baru (D2). Kurva permintaan bergeser ke kanan menunjukkan adanya penambahan permintaan yang disebabkan oleh perubahan pendapatan yang meningkat sehingga barang yang dikonsumsi bertambah dan harga menjadi naik karena penawarannya tetap (S1). Contohnya konsumen membeli barang yang lebih banyak dan harga yang relatif lebih tinggi demi memenuhi kepuasan karena pendapatannya yang meningkat.

2.3    Hukum Penawaran
“Semakin tingi harga, semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditwarkan.”



Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi penawaran tidak berubah (ceteris paribus).

2.4    Alasan yang Mempengaruhi Permintaan Meningkat
Di saat penawaran tetap, permintaan bisa meningkat karena konsumen mempunyai alasan sebagai berikut:
1.    Perilaku konsumen / selera konsumen
Banyak konsumen mencari handphone yang dilengkapi fasilitas musik, kamera, internet dll. Maka permintaan akan handphone yang memiliki fasilitas tersebut bertambah.
2.      Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Jadi jumlah permintaan bertambah disebabkan oleh perubahan pendapatan dan selera konsumen yang meningkat sehingga barang yang dikonsumsi bertambah dan harga menjadi naik di saat penawarannya tetap.

Daftar Pustaka

Rahardja, Pratamadan Mandala Manurung. 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi & Makroekonomi) Edisi Ketiga. Jakarta: FEUI.

Jumat, 12 Oktober 2012

Teori Ekonomi "Tugas 1"

Barang Normal
Suatu barang dinamakan barang normal apabila barang tersebut mengalami kenaikan dalam permintaan sebagai akibat dari kenaikan pendapatan. Contoh dalam kehidupan sehari-hari adalah handphone yang pada umumnya digunakan untuk sms dan telepon. Tetapi karena adanya kenaikan pendapatan konsumen maka selera konsumen pun berubah menjadi tinggi. Awalnya konsumen yang menggunakan handphone untuk komunikasi lewat telepon dan sms saja sekarang membeli handphone dengan fungsi kegunaan yang lebih beragam. Seperti handphone yang dilengkapi dengan kamera, bluetooth, music, akses internet, dll.

Barang Netral
Barang Netral adalah barang konsumsi yang tidak mengalami pengurangan atau penambahan terhadap permintaan meskipun pendapatan konsumen berubah baik bertambah maupun berkurang. Konsumen selalu mengkonsumsi barang kebutuhan pokok sehari-hari contohnya sembako. Sembako merupakan kebutuhan primer yang artinya harus dipenuhi untuk kelangsungan hidup. Maka permintaan terhadap sembako tidak akan berkurang atau bertambah meskipun ada perubahan pendapatan.

Barang Komplementer        
Apabila suatu barang selalu digunakan bersama-sama dengan barang lainnya maka barang tersebut dinamakan barang pelengkap kepada barang lain tersebut. Dengan kata lain barang komplementer  yaitu barang yang dapat melengkapi fungsi dari barang lainnya. Gula adalah barang pelengkap pada kopi atau teh. Karena pada umumnya kopi dan teh yang kita minum harus dibubuhi gula.

Kenaikan atau penurunan permintaan barang pelengkap selalu sejalan dengan perubahan permintaan barang yang digenapinya. Kalau permintaan terhadap kopi bertambah maka permintaan terhadap gula juga bertambah. Sebaliknya, bila permintaan terhadap kopi berkurang maka permintaan terhadap gula juga berkurang.

Pengaruh Pajak Terhadap Inflasi
Pajak merupakan salah satu cara pemerintah untuk menanggulangi inflasi. Di sini pemerintah mengenakan pajak tambahan terhadap perusahaan-perusahaan yang menaikkan tingkat upah, dan justru mengurangi pajak terhadap perusahaan yang tidak menaikkan tingkat upah. Kebijakan ini tampaknya dapat di terima di negara-negara yang sudah berada pada tingkat kemakmuran yang tinggi. Sehingga tingkat upahpun sudah cukup tinggi.

Surplus Konsumen
Surplus konsumen adalah kepuasan atau kegunaan (utility) tambahan yang diperoleh konsumen dari pembayaran harga suatu barang yang lebih rendah dari harga yang konsumen bersedia membayarnya. Surplus Konsumen selalu terjadi di atas nilai Titik Equilibrium.


Pada saat terjadi keseimbangan pasar di titik equilibrium tercipta harga pasar dengan 6 unit sebesar Rp.50.000,00. Tetapi konsumen mampu membayar 6 unit dengan harga Rp.1000.000,00. Jadi surplus/ kelebihan yang diterima konsumen, dari selisih antarakemampuan maksimum konsumen membayar barang dengan harga barang sebenarnya sebesar Rp.50.000,00 tergambar pada daerah segitiga berwarna biru (cs).

Equilibrium Price and Quantity
(Effects of Supply and Demand Curve Shifts)
                                                                                  
Gambar (a) ada pergeseran kurva permintaan (D1) ke kanan sehingga membentuk kurva permintaan baru (D2). Kurva permintaan bergeser ke kanan menunjukkan adanya penambahan permintaan yang disebabkan oleh perubahan pendapatan yang meningkat sehingga barang yang dikonsumsi bertambah dan harga menjadi naik karena penawarannya tetap (S1). Contohnya konsumen membeli barang yang lebih banyak dan harga yang relatif lebih tinggi demi memenuhi kepuasan karena pendapatannya yang meningkat.



Gambar (c) ada pergeseran kurva penawaran (S1) ke kanan sehingga membentuk kurva penawaran baru (S2). Kurva penawaranbergeser ke kanan menunjukkan adanya penambahan penawaran yang disebabkan oleh perubahan teknologi. Teknologi terus berkembang sehingga banyak produk yang ditawarkan dan harga produk diturunkan karena permintaannya tetap (D1). Contohnya produsen yang mempromosikan produk barunya dengan harga yang terjangkau sehingga jumlah produk yang terjual banyak.




Gambar (e) terdapat pergeseran kurva permintaan (D2) dan kurva penawaran (S2), dimana tingkat pergeserannya sama besar. Kurva permintaan yang bergeser ke kanan dan kurva penawaran yang bergeser ke kiri menunjukkan adanya kenaikan harga barang namun jumlah barang yang diminta dan yang ditawarkan tidak mengalami penambahan atau pengurangan. Contohnya beras, pada musim kemarau banyak lahan pertanian (sawah) yang kering sehingga pasokan beras sulit didapat. Hal tersebut yang menyebabkan harga beras naik namun produsen tidak bisa menambah jumlah pasokan beras.


Gambar (g) terdapat pergeseran kurva permintaan (D2) dan kurva penawaran (S2), tetapi tingkat pergeserannya tidak sama besar dimana pergeseran kurva permintaan (D2) lebih besar dari kurva penawaran (S2). Kurva permintaan yang bergeser ke kanan dan kurva penawaran yang bergeser ke kiri menunjukkan adanya kenaikan harga dan jumlah barang yang diminta maupun yang ditawarkan. Contohnya karena persediaan minyak bumi yang terbatas megakibatkan kenaikan harga BBM dan harga barang lainnya. Dimana permintaan akan BBM sangat tinggi.




Referensi:

Rahardja, Pratama dan Mandala Manurung. 2008. Pengantar Ekonomi (Mikroekonomi  & Makroekonomi) Edisi Ketiga. Jakarta: FEUI.